Rabu, 09 Januari 2013

FAKULTAS TEKNIK UNSRI

SEJARAH PENDIRIAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Salah satu syarat pokok yang harus dipenuhi untuk dapat berdirinya universitas negri adalah adanya satu fakultas eksakta, untuk itu pada bulan november 1959 pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Syakhyakirti bekerjasama dengan pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) membentuk suatu panitia yang diketuai oleh Ir. Indratjaja untuk merintis berdirinya fakultas teknik. Sesuai pengarahan Biro Koordinasi Perguruan Tinggi (BPPT) Kemnetrian PPK, maka pada tanggal 9 Februari 1960 dibentuklah Panitia Persiapan Fakultas Teknik yang diketuai oleh Prof. Mr. Dr. Hazairin, dan Panitia Teknis Fakultas Teknik yang diketuai oleh Ir. Indratjaja. Setelah melalui berbagai upaya, berhasilah didirikan Fakultas Teknik pada tanggal 1 Oktober 1960 yang peresmiannya dilakukan pada suatu upacara yang sangat sederhana yang hanya dihadiri oleh tiga orang, yaitu R.A. Rani (Sekretaris Panitia Persiapan), Ir. Moeljadi Priambodo dan Ir. Sento Alibasya (anggota Panitia Teknis) sekaligus memberikan kuliah umum pertama dengan judul "Mekanika Teknik".
Dengan telah hadirnya Fakultas Teknik, maka lengkaplah persyaratan fakultas untuk dapat berdirinya Universitas Negeri Sriwijaya. Pada saat berdirinya baru ada dua bagian yaitu Teknik Sipil dan Teknik Tambang. Pada tahun ajaran 1964/1965, dengan surat keputusan Rektor Unsri dibuka lagi jurusan Teknik Kimia. Pada tahun ajaran 1977/1978 atas permintaan masyarakat di Sumatera Selatan dan Kalangan industri di kawasan Palembang, dibuka lagi jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin. Dengan demikian sejak itu Fakultas Teknik Unsri mempunyai lima jurusan yang masih tetap bertahan jumlahnya hingga kini.
Mulai tahun 1992/1993 menerima mahasiswa alih program secara reguler untuk semua jurusan. Pada tahun 1994/1995 menerima mahasiswa program ekstensi yang berasal dari jalur DIII/ Politeknik/ Akademi Teknik. Pada tahun 1996/1997, penerimaan program ekstensi diperluas dari lulusan SLTA. Pembukaan program ekstensi tersebut berdasarkan SK Dirjen Dikti Nomor 409/DIKTI/Kep/1996 tgl Agustus 1996. Pada tahun akademik 2001/2002 telah juga dibuka program studi strata I Arsitektur.
Program Pasca Sarjana Unsri mulai tahun akademik 2001.2002, Program Pasca Sarjana Unsri membuka Program Studi Teknik Kimia dalam bidang ilmu Teknologi Energi. Pada tahun akademik 2001/2002, Program Pasca sarjana Unsri membuka pula Program Studi Teknik Sipil, dalam bidang Ilmu Menajemen Sumberdaya Air. Pada tahun akademik yang sama itu pula Program Studi Teknik Kimia mengembangkan diri dengan membuka bidang ilmu Teknologi Lingkungan.


Pimpinan

Dekan : Dr. Ir. H.M. Taufik Toha D.E.A.
Pb. Dekan I : Dr. Hj. Tuty Emilia Agustina, ST., MT.
Pb. Dekan II : Dr. Amrifan Saladin Mohruni, Dipl-Ing.Ir
Pb. Dekan III: Ir. H. Hairul Alwani. HA, MT


SEJARAH

Salah satu syarat pokok yang harus dipenuhi untuk dapat berdirinya universitas negri adalah adanya satu fakultas eksakta, untuk itu pada bulan november 1959 pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Syakhyakirti bekerjasama dengan pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) membentuk suatu panitia yang diketuai oleh Ir. Indratjaja untuk merintis berdirinya fakultas teknik. Sesuai pengarahan Biro Koordinasi Perguruan Tinggi (BPPT) Kemnetrian PPK, maka pada tanggal 9 Februari 1960 dibentuklah Panitia Persiapan Fakultas Teknik yang diketuai oleh Prof. Mr. Dr. Hazairin, dan Panitia Teknis Fakultas Teknik yang diketuai oleh Ir. Indratjaja. Setelah melalui berbagai upaya, berhasilah didirikan Fakultas Teknik pada tanggal 1 Oktober 1960 yang peresmiannya dilakukan pada suatu upacara yang sangat sederhana yang hanya dihadiri oleh tiga orang, yaitu R.A. Rani (Sekretaris Panitia Persiapan), Ir. Moeljadi Priambodo dan Ir. Sento Alibasya (anggota Panitia Teknis) sekaligus memberikan kuliah umum pertama dengan judul "Mekanika Teknik".
Dengan telah hadirnya Fakultas Teknik, maka lengkaplah persyaratan fakultas untuk dapat berdirinya Universitas Negeri Sriwijaya. Pada saat berdirinya baru ada dua bagian yaitu Teknik Sipil dan Teknik Tambang. Pada tahun ajaran 1964/1965, dengan surat keputusan Rektor Unsri dibuka lagi jurusan Teknik Kimia. Pada tahun ajaran 1977/1978 atas permintaan masyarakat di Sumatera Selatan dan Kalangan industri di kawasan Palembang, dibuka lagi jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin. Dengan demikian sejak itu Fakultas Teknik Unsri mempunyai lima jurusan yang masih tetap bertahan jumlahnya hingga kini.
Mulai tahun 1992/1993 menerima mahasiswa alih program secara reguler untuk semua jurusan. Pada tahun 1994/1995 menerima mahasiswa program ekstensi yang berasal dari jalur DIII/ Politeknik/ Akademi Teknik. Pada tahun 1996/1997, penerimaan program ekstensi diperluas dari lulusan SLTA. Pembukaan program ekstensi tersebut berdasarkan SK Dirjen Dikti Nomor 409/DIKTI/Kep/1996 tgl Agustus 1996. Pada tahun akademik 2001/2002 telah juga dibuka program studi strata I Arsitektur.
Program Pasca Sarjana Unsri mulai tahun akademik 2001.2002, Program Pasca Sarjana Unsri membuka Program Studi Teknik Kimia dalam bidang ilmu Teknologi Energi. Pada tahun akademik 2001/2002, Program Pasca sarjana Unsri membuka pula Program Studi Teknik Sipil, dalam bidang Ilmu Menajemen Sumberdaya Air. Pada tahun akademik yang sama itu pula Program Studi Teknik Kimia mengembangkan diri dengan membuka bidang ilmu Teknologi Lingkungan.


Program Pendidikan

  1. Program Studi Teknik Sipil (http://sipil.ft.unsri.ac.id)
  2. Program Studi Teknik Pertambangan (http://pertambangan.ft.unsri.ac.id)
  3. Program Studi Teknik Mesin (http://mesin.ft.unsri.ac.id)
  4. Program Studi Teknik Kimia (http://kimia.ft.unsri.ac.id)
  5. Program Studi Teknik Elektro (http://elektro.ft.unsri.ac.id)
  6. Program Studi Teknik Arsitektur (http://arsitektur.ft.unsri.ac.id)
SUMBER

suasana bengkel modifikasi tucuxi

TEMPO.CO, Sleman - Bengkel Kupu-Kupu Malam di Jalan Kabupaten Km 3,5 No 50A, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terlihat ramai pada Selasa 8 Januari 2013. Dari ruangan berbentuk lorong, berderet mobil mewah bercat warna mengkilap. Ada berbagai jenis mobil di deretan itu seperti Sport Utility Vehicle, sedan, dan minibus. Dua karyawan terlihat sibuk mengecek kondisi mobil-mobil tadi.

Di ruangan depan ada sekitar tiga karyawan yang melayani pelanggan. Ruangan itu biasa disebut kantor oleh para karyawan. Foto-foto mobil hasil modifikasi dan sampel warna mencolok mata terpajang di dinding kantor.

Bengkel Kupu-Kupu Malam biasa melayani order mobil mewah. Bengkel ini kini menjadi sorotan karena terlibat sengketa dengan pencipta mobil listrik Tucuxi, Danet Suryatama dalam proyek mobil listrik Dahlan. Kupu-Kupu Malam dituding membocorkan rahasia teknologi Tucuxi.

Salah satu pelanggan tetap Bengkel Kupu-Kupu Malam adalah Erisa Kurnia Nanda. Ia seringkali memodifikasi dan memperbaiki mobilnya yang berjenis Honda Jazz. “Saya pilih Kupu-Kupu Malam karena hasil kerja pegawainya rapi, cepat, dan bagus,” kata dia.

Wiraswastawan yang tinggal di Jalan Magelang ini menjadi pelanggan tetap di Kupu-Kupu Malam selama setahun. Ia memilih bengkel itu karena telah teruji kualitasnya. Diskon yang kerap diberikan untuk pelanggan membuatnya menjadi pelanggan tetap. “Kupu-Kupu Malam punya branded dan kualitasnya bagus. Saya dapat informasi kualitas Kupu-Kupu Malam dari kakak yang jadi pelanggan tetap,” katanya.

Salah seorang karyawan yang enggan menyebutkan namanya mengatakan dalam satu kali transaksi harga modifikasi total mobil biasa jenis double pick up sebesar Rp 450 juta.  "Kami hanya mengubah bentuk atau bodi mobil tidak mengubah mesin. Paling mahal ya modifikasi double pick up," kata dia.

Menurut pegawai itu Kupu-Kupu Malam seringkali mendapat pesanan modifikasi mobil dari Semarang, Banjarmasin, Purbalingga, dan DIY. Pelanggangnya adalah orang-orang dengan mobil mewah. “Pelanggan kami ada yang dari komunitas dengan anggota orang-orang kaya,” katanya.

Ia mengatakan kasus Tucuxi tidak mempengaruhi jumlah transaksi modifikasi mobil per hari. Kupu-Kupu Malam setiap hari mampu melayani 3 pelanggan. Modifikasi jenisnya ringan, yakni cat mobil. “Hari ini kami melayani modifikasi mobil jenis Camry dan Baleno,” katanya.

Karyawan itu juga menambahkan Kupu-Kupu Malam sering ikut kontes modifikasi mobil sejak berdiri pada 2007. Kontes modifikasi mobil biasanya diikuti setiap akhir tahun untuk tingkat nasional. Adapun, untuk tingkat lokal diikuti setiap Mei. “Beberapa pelanggan kami juga sering ikut kontes,” katanya.

Berdasarkan pantauan Tempo, Bengkel Kupu-Kupu malam hingga sore hari masih melayani pelanggan. Semua karyawan enggan berkomentar tentang Tucuxi. Penanggung Jawab proyek mobil listrik Dahlan Iskan dari tim Kupu-Kupu Malam, B. Kunto Wibisono dan Rudi Purnomo hingga saat ini tidak merespon telepon maupun pesan singkat Tempo.

SHINTA MAHARANI
sumber